Pengoperasian dan Pengujian MHPS di Pesantren Al-Umanaa

Sukabumi – Kamis, 14 September 2017

Keesokan hari setelah instalasi, Mobile Hybrid Power Source (MHPS) mulai coba dioperasikan. Bersamaan dengan pengoperasian MHPS ini, dilakukan juga monitoring data sejak pukul 8 pagi. Data yang dimonitor adalah data di modul inverter (Growatt) yang dilihat melalui sebuah software di laptop. Di hari itu kami mendapatkan bala bantuan dari mahasiswa S2 bimbingan Pak Agus yang kebetulan tesisnya tentang baterai yang digunakan di MHPS. Selain itu, di hari itu juga kami mengedukasi tim khusus MHPS para santri tentang operasi dan perawatan MHPS.

 

 

 

Tidak seperti hari kemarinnya yang cukup terik, hari itu diawali dengan cuaca yang mendung. Karena mendung, suplai daya dari solar panel menjadi sedikit, sehingga energy management pada modul inverter (Growatt) otomatis mengubah mode ke sumber PLN. Kami terpaksa secara manual mematikan CB input PLN agar beban 2 bangunan dan baterai sepenuhnya mendapat suplai daya dari solar panel. Perekaman data dari modul Growatt terus berjalan sejak pertama kali dioperasikan dan dimonitor pada sebuah software khusus walaupun sempat berganti input.

(Baca: Instalasi Mobile Hybrid Power Source di Al-Umanaa)

Selain perekaman data dari modul inverter Growatt, terdapat juga perekam data yang kami beri nama “Emon” yang merekam data beban dengan kWhmeter yang dipasang pada panel switch. Emon adalah sebuah integrasi mikrokontroler dengan beberapa modul untuk mengambil data beban dan menyimpannya. Sebenarnya cara kerja dari Emon sangatlah sederhana. Emon mengambil data berupa pulse out dari kWhmeter khusus. Pulse akan muncul per 0,5 Watt. Jumlah pulse yang terbaca oleh Emon itulah yang kemudian diolah menjadi informasi daya dan energi. Informasi tersebut akan ditampilkan pada layar LCD Emon dan disimpan ke sebuah micro SD card. Data yang tersimpan di micro SD card ini lah yang nantinya dapat diproses untuk melihat profil beban per hari di 2 bangunan di Al-Umanaa. Akan tetapi pada hari itu Emon sempat bermasalah sehingga saya harus memperbaiki programnya dulu.

Setelah memperbaiki program Emon dan sembari menunggu perekaman data-data, sekitar pukul 11 kami mengumpulkan tim santri khusus untuk MHPS kemudian kami menjelaskan beberapa poin-poin penting mengenai pengoperasian dan perawatan MHPS secara keseluruhan. Tim khusus santri untuk MHPS ini terdiri dari 8 orang. Para santri sebenarnya sudah mengerti beberapa poin karena juga ikut membantu beberapa bagian dalam proses instalasi, tetapi kami bermaksud mendiskusikannya lagi bersama para santri tim khusus agar lebih memahami keseluruhan MHPS. Penjelasan dimulai dari komponen-komponen MHPS, panel switch, cara kerja, sampai perawatan, termasuk juga back-up data dari micro SD card setiap minggu.

    

    

Suasana edukasi dan diskusi MHPS di Al-Umanaa

 

   

Tampak dalam MHPS,                                       GUI Modul Inverter (Growatt),                  Emon

 

MHPS sudah dapat beroperasi untuk menyuplai listrik 2 bangunan di Al-Umanaa, kantor sekretariat dan toko santri. Karena baterai yang digunakan masih baterai pengganti yang kapasitasnya rendah, MHPS sementara belum dapat beroperasi 24 jam menggunakan solar panel dan baterai, masih harus ditambahkan back-up sumber PLN. Kami melakukan pengujian dan pengambilan data sampai sekitar pukul 3 sore. MHPS ini masih perlu dikembangkan lagi untuk dapat beroperasi penuh. Setelah itu kami berpamitan untuk pulang ke Bandung dan MHPS dapat dipercayakan kepada tim khusus santri untuk MHPS.

 

 

 

 

Pondok Pesantren Modern Al-Umanaa, 13 September 2017.

Dwiky F. Syahbana dan tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *