Instalasi Mobile Hybrid Power Source (MHPS) di Pesantren Al-Umanaa

Sukabumi – Rabu, 13 September 2017

Pada tanggal 13 dan 14 September, Pondok Pesantren Modern Al-Umanaa telah mengurangi konsumsi listrik PLN dengan dioperasikannya Mobile Hybrid Power Source (MHPS) di sana. MHPS digunakan untuk mensuplai listrik 2 bangunan yaitu kantor sekretariat dan toko santri.

Pemasangan MHPS awalnya direncanakan hari Sabtu dan Minggu (9-10 September). Namun karena ada satu dan lain hal, di hari itu hanya dilakukan pemasangan switch panel listrik. Di switch panel ini terdapat terminal sambungan sumber listrik dan 2 bangunan. Selain itu, pada switch panel juga terdapat selector switch untuk memilih sumber listrik dari MHPS atau PLN. Ada juga kWhmeter untuk mengukur daya yang disuplai sumber ke beban 2 bangunan. KWhmeter tersebut terhubung dengan alat bernama EMon (Energy Monitor) yang merupakan sebuah data logger untuk menyimpan data beban setiap jam untuk dianalisis.

 

Mobile Hybrid Power Source

Mobile Hybrid Power Source (MHPS) sederhananya adalah pembangkit listrik tenaga surya hibrid yang mudah dipindahkan. MHPS terdiri dari inverter, baterai, dan genset yang dipacking di dalam container box dengan 9 solar panel di atasnya. Itulah kenapa pembangkit listrik ini diberi nama mobile atau bisa juga disebut portable karena cukup praktis, dengan memindahkan container box-nya keseluruhan sistem dapat dipindahkan sekaligus. Inverter yang digunakan adalah modul yang terintegrasi dengan Charge Controller, MPPT, dan Energy Management. Kemudian, disebut Hybrid karena menggunakan genset untuk mensuplai listrik ketika keadaan darurat tidak mencukupinya energi dari matahari, misal ketika mendung atau hujan sepanjang hari.

MHPS (Tampak Depan) di Pesantren Modern Al-Umanaa

  
Baterai VRLA 4,8 kWh                         Modul Inverter Growatt                                 Switch Panel dan EMon

 

Instalasi

Instalasi MHPS dilakukan pada hari Rabu 13 September 2017. Tim Instalasi terdiri dari tim PT DSM, Pak Mar dari Lab. Konversi, tim SE-Movement, Pak Agus Purwadi, serta melibatkan Tim khusus santri untuk MHPS. Instalasi dimulai setelah dhuhur sampai menjelang maghrib. Komponen-komponen MHPS seperti inverter dan baterai sudah terpasang di container box, sehingga di hari Rabu tinggal dilakukan wiring dan penyambungan MHPS ke beban.

Hari itu dimulai dengan wiring komponen MHPS yang dilakukan oleh tim PT. DSM dibantu Pak Mar dari Lab. Konversi. Saya ikut membantu di penyambungan output MHPS ke panel switch dan menguji EMon dalam menyimpan data beban. Ketika penyambungan MHPS ke beban ada arahan baru dari Pak Agus untuk menambahkan kabel PLN ke input modul inverter menggantikan genset, sedangkan genset tidak disambung terlebih dahulu. Desain MHPS yang menggunakan genset ini sebenarnya adalah desain untuk diimplementasikan di daerah terpencil yang tidak terjangkau listrik PLN atau yang kualitas listriknya tidak terlalu baik. Sementara di Al-Umanaa dapat digunakan listrik PLN untuk hybrid-nya. Sumber listrik PLN inilah yang menjadi back-up ketika minimnya suplai dari solar panel.

 

    

    

    

Suasana Instalasi MHPS di Al-Umanaa

 

Foto Tim Instalasi

 

Setelah selesai instalasi, selector switch dipindahkan dari sumber PLN ke sumber MHPS. Alhamdulillah berjalan sukses dan kebutuhan listrik 2 bangunan yaitu sekretariat dan toko santri akan disuplai dari MHPS. Karena waktu sudah sore menjelang malam dan sudah memudarnya cahaya matahari, energy management di MHPS otomatis beroperasi dengan input dari PLN, tidak dari sel surya. Input PLN diteruskan oleh energy management di modul inverter untuk mensuplai beban serta mengisi daya baterai.

 

 

 

 

 

Pondok Pesantren Modern Al-Umanaa, 13 September 2017.

Dwiky F. Syahbana dan tim

One thought on “Instalasi Mobile Hybrid Power Source (MHPS) di Pesantren Al-Umanaa

  1. Pingback:Pengoperasian dan Pengujian MHPS di Al-Umanaa – Sustainable Energy Movement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *