Terbukti! Penelitian Menunjukkan bahwa Solusi Energi Terbarukan Ekonomis

PLTS Cipayung, photo by : kurniawanwardhana (instagram)

It is time for a sustainable energy policy which puts consumers, the environment, human health, and peace first”¬†Dennis Kucinich

Saat ini ada 12.659 desa di Indonesia belum terlistriki dan lebih dari 9 juta penduduk Indonesia belum terlistriki (ESDM, 2016). Padahal kehadiran listrik selain menyokong kebutuhan sehari-hari, juga mampu meningkatkan perekonomian di Indonesia, sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia di Bangladesh menunjukkan ada peningkatan pendapatan sebesar 30% pada komunitas yang baru terlistriki. Salah satu kesulitan dalam menyediakan listrik bagi desa-desa adalah kesulitan akses untuk sistem listrik konvensional karena mahalnya biaya distribusi listrik dan biaya bahan bakar serta akomodasi pengantarannya untuk PLTD konvensional. Sebagai solusinya, penelitian dilakukan untuk mengembangkan pola pembangkitan terdistribusi/ Distributed Generation, dengan memanfaatkan energi terbarukan (seperti matahari, angin, mikrohidro, dll.) yang tidak terhubung jaringan off grid.

Salah satu penelitian yang pernah penulis lakukan adalah tentang studi pembangkit hybrid tenaga matahari dan generator yang bersifat off grid di tiga wilayah Indonesia, yaitu Aceh Singkil (Indonesia Barat), Alor (Indonesia Tengah), dan Waisai (Indonesia Timur). Penelitian ini dilakukan oleh penulis bersama dua orang teman dari Teknik Tenaga Listrik ITB angkatan 2012, yaitu Abram Wawi Putra dan Egia Kamandhika dengan kelompok beban listrik yang dilayani mulai 1 kWp untuk kantor administrasi dan  konfigurasi PV 5.4 kWp & 10.2 kWp untuk beban rumahan. Studi ini berfokus pada aspek ekonomis dan teknis secara general. Software yang digunakan adalah HOMER Pro dan PVSyst. Kita bisa mendapatkan solusi paling ekonomis dan penilaian teknis umum dengan menggunakan software HOMER Pro yang kemudian akan diverifikasi lagi secara detil menggunakan PVSyst.

Pertama kami melakukan studi beban dan potensi untuk sizing / penentuan komponen sistem yang andal. Untuk data beban dan data potensi bisa dilihat di gambar di bawah ini.

Iradiansi Matahari

 

Profil beban kantor administrasi 1 kWp
Profil beban komunal untuk konfigurasi PV 5.4 kWp dan 10.2 kWp

Skema sistem dan komponen yang digunakan pada penelitian kali ini dapat terlihat pada tabel di bawah ini.

Skema Sistem

 

Tabel Komponen

Komponen 1 kWp 5.4 kWp 10.2 kWp
Modul Surya ICASOLAR 200 Wp with Rp3,333,000.00
Genset Honda Highlander SF2900-DX 2.2kW

Rp9,315,000.00

Honda EG6500CXS 4kW
Rp20,642,000.00
Honda Highlander SF7000-DXE 5.5 kW
Rp21,000,000.00
Inverter Multifungsi InpowerTS4048 4kW Rp26,288,000.00 Inpower TS3248
2 x 3.2kW
2 x Rp22,946,000
Inpower TS3248
4 x 3.2kW
4 x Rp22,946,000
Baterai JYC Opz 500 Ah
Rp4.099.000,00
JYC Opz 800 Ah
Rp5.284.000,00
JYC Opz 1500 Ah
Rp9.484.000,00

 

Selain harga, juga dilakukan beberapa asumsi ekonomi, yaitu umur proyek 20 tahun, rate bunga 7,25 % (BI Rate 2016), inflasi dan nilai tukar adalah 4.75 % dan 13.900/ USD (APBN 2016), serta harga gasoline Rp 7.860/ L per Juni 2016 ditambah 20% biaya akomodasi. Setelah studi beban, potensi, penentuan komponen, dan penentuan asumsi ekonomi lainnya, dilakukan simulasi dengan HOMER Pro dan PVSyst untuk mendapat hasil paling objektif baik secara teknis maupun ekonomis. Hal utama yang dibandingkan adalah biaya listrik/ kWh atau Levelized Cost of Energy (LCOE) antara solusi hybrid PV-Genset dan solusi PLTS serta genset konvensional. Berikut adalah perbandingan nilai LCOE yang didapatkan.

Perbandingan LCOE untuk beban administrasi 1 kWp

 

Perbandingan LCOE untuk Konfigurasi PV 5.4 kWp

 

Perbandingan LCOE untuk Konfigurasi PV 10.2 kWp

 

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa solusi PV hybrid generator memiliki LCOE yang lebih hemar 20-40% dibanding solusi konvensional.

Dengan demikian, dari penelitian yang penulis lakukan di tiga wailayah di Indonesia, implementasi dari pembangkit hybrid PV dan generator off-grid bisa menjadi solusi untuk melistriki desa-desa terluar di Indonesia. Dengan adanya solusi ini, diharapkan kehadiran listrik di daerah-daerah terluar akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat untuk Indonesia yang lebih makmur, dan sejahtera.

Untuk paper lengkapnya, bisa diunduh di sini :
http://ieeexplore.ieee.org/document/7904850/

8/5/2017

Sahilaushafnur Rosyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *